Optimis vs Positif

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang dua buah kekuatan yang sangat powerful dalam membangun manusia tetapi juga sangat mudah menjatuhkan manusia , cukup mengherankan bukan ? bagaimana bisa menjatuhkan ? itu adalah kekuatan mental yang luar biasa baik dan mampu membawa manusia pada gerbang keberhasilan, yup tepat sekali jika manusia dapat menggunakan dan mengetahuinya dengan benar maka ini akan menjadi sesuatu yang SANGAT LUAR BIASA , tetapi ada sebuah kesalahan yang banyak terjadi oleh manusia, terutama yang akan saya bahas kali ini adalah optimisme, terdengar adalah hal baik, anda benar ini adalah hal yang baik, tapi akan berubah menjadi buruk jika berlebihan, mari saya bahas.

Optimisme berarti yakin akan sesuatu, misalnya yakin akan kemampuan , atau yakin akan kekuatan, keyakinan adalah hal yang baik, tetapi semua itu akan lumpuh jika keyakinan tersebut terpatahkan.Optimisme berarti juga adalah terlalu bertumpu pada harapan, atau berharap dengan penuh keyakinan, jika manusia sudah optimis maka mereka akan melakukan apapun yang mereka bisa , karena sudah benar-benar yakin akan tujuan dan yakin akan keberhasilan dengan cara yang dia akan lakukan,terlihat dan terdengar sangat baik bukan ? , baik saya akan beritahu kesalahan-nya, orang yang terlalu optimis mereka tidak bisa menjadi flexible,mereka bersikap egois dan terus memikirkan keberhasilan, mereka menumpu beban pada satu titik dan sangat bergantung pada titik tumpuan tersebut, saya beritahukan anda sesuatu “INI DAPAT MEMBUNUH ANDA” benar sekali, saya pernah mendengar sebuah pepatah “Percayalah pada Keajaiban, tapi jangan bergantung padanya” , orang yang optimis adalah orang yang percaya pada keajaiban dan bergantung padanya.

Saya tidak menyuruh anda untuk menjadi orang pesimis, saya sangat melarang anda untuk menjadi pesimis, kesalahan yang terjadi pada orang optimis adalah mereka tidak positif dan flexible, mari saya berikan contoh tentang seorang calon Bupati yang gantung diri beberapa waktu lalu, jika anda pernah mendengarnya Bupati ini sangatlah yakin dia akan menang, dia telah memberikan seluruh hartanya untuk biaya promosi dan kampanye, dia bahkan rela hutang bermiliar-miliar demi menjadikan dirinya seorang bupati, dia sangat optimis dan bahkan karena terlalu optimis dan yakin dia bahkan berani membuat kartu nama akan dirinya yang sudah bertuliskan nama sebagai Bupati didalamnya,ini berani dia lakukan karena dia sudah terlalu yakin dan tidak pernah terfikirkan olehnya jika dia gagal, dan pada akhirnya dia pun gagal dengan menyisakan kemiskinan akibat semua hartanya hilang, dan hutang yang sangat berlimpah , sehingga akhirnya dia mati akibat bunuh diri karena depresi.

Pada saat saya menulis artikel ini saya sedang berada di rumah makan siap saji terkemuka di Jakarta,saya menulis bertepatan dengan hari pemberitahuan kelulusan UAN untuk para pelajar SMA kelas 3, di jalan-jalan saya mendapati para pelajar SMA yang sedang mencorat-coret bajunya karena mereka berhasil lulus, di lain cerita saya melihat televisi bahwa ada beberapa pelajar SMA yang bunuh diri akibat tidak lulus UAN, sungguh aneh. Ini semua tidak lain dan tidak bukan akibat buah dari OPTIMISME yang tidak didasari oleh POSITIF.

Sebuah keberhasilan adalah ketika seseorang sudah berhasil bangkit dari kegagalan dan mampu mengambil pelajaran dari kegagalannya tersebut, sedangkan orang yang TERLALU OPTIMIS adalah orang yang tidak percaya gagal,dia tidak pernah menerima kegagalanya atau menyadari bahwa itu adalah sebuah pelajaran (jika anda ingin mengerti lebih lanjut tentang kalimat ‘sadar’ coba baca artikel saya tentang “Jangan ‘Ingin’ Bahagia” dan pahami maksudnya) sehingga membuat orang yang terlalu optimis pasrah dan stress terus memikirkan kegagalanya sehingga tidak tahu jalan melangkah, bahkan ada yang rela bunuh diri akibat ini.

Lalu apa yang harus dilakukan, jika tidak boleh pesimis dan tidak boleh optimis ? , hmm.. saya tidak melarang anda untuk optimis, malah saya sangat menganjurkanya, Optimis jika dipadukan dengan Positif maka akan menjadi kekuatan luar biasa bagi manusia, seperti contohnya pada kasus Thomas Alfa Edison , sang bapak dari semua bola lampu yang ada di muka bumi ini, seorang yang bertanggung jawab atas listrik yang mengalir disetiap perangkat elektronik anda, pada awalnya dia adalah orang biasa bahkan bisa dibilang bodoh, guru SDnya pun pernah mengeluarkanya dari sekolah karena terlalu bodoh, tetapi dengan didasari oleh kekuatan OPTIMIS + POSITIF dia akhirnya bisa menemukan bola lampu dan menyinari dunia seperti impianya. Lalu bagaimana jika Edison tidak Poisitif ? dia akan menyerah pada kegagalan pertamanya, jika anda tahu, bahwa Edison telah mengalami lebih dari 1000 kali kegagalan, dan dia sama sekali tidak menganggap itu sebagai sebuah kegagalan melainkan hanya keberhasilan yang tidak sesuai dengan keinginannya,di menganggap kegagalan adalah keberhasilan, hanya saja tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan, dan menjadikanya sebagai pelajaran, dan yap ! ! itulah yang disebut POSITIF.

Positif berarti bisa menerima semua keadaan , menerima dan mengambil pelajaran dan hikmah dibaliknya, seburuk apapun keadaan yang dia hadapi, kemampuan ini tidaklah berbeda jauh dengan Bersyukur yang saya singgung pada artikel sebelumnya, jadi tidak cukup jika anda hanya menjadi orang yang Optimis anda juga harus menjadi orang yang Positif, karena kekuatan dari kedua ini tidak bisa dipisahkan jika anda ingin meraih keberhasilan,pada artikel selanjutnya saya akan bahas Ekspektasi yang Membunuh, itu akan sangat berhubungan dengan artikel ini , so Stay Tune Guys , 🙂

Be Optimism, Be Positive “

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaJangan 'Ingin' Menjadi Bahagia part 2
ArtikelberikutnyaEkspektasi yang Membunuh
Professor selalu menganalisa dari sudut pandang galau untuk mencari pemikiran cerdas dan membongkar fenomena yang terjadi di Indonesia. Beliau juga bersedia mendengarkan curhatan untuk sahabat Gapcer

TIDAK ADA KOMENTAR