Pacar Keras Kepala

Bebearapa hari yang lalu saya sibuk, jadi mohon maaf baru sempat memposting hasil curhat box , oke saya menerima salah satu email demikian :

bang, pacar saya ini agak keras kepala, ada beberapa sikap yg saya gak suka, mungkin saya gak cerita sikap2nya terhadap saya. Daridulu saya maklumin hal itu, tapi lama-kelamaan saya agak jengkel dan kesel ama sikap dia. Dia mencoba memotivasi saya untuk hal2 yg positif tapi sebagian dari itu, secara tidak sadar(memang kebiasaan dia sih), cara dia itu kasar, dengan omongan yg kasar, dan suka dorong2 saya. apalagi kalo ada orang2 kan malu dilihatnya. pokonya saya gak suka klo dia bertindak gak lihat sikon.

Nah setelah sya ungkapin semua ini ke dia, dia malah bilang ” terima gue apa adanya lah” . Loh klo saya gak suka kyk gini, mau gimana jadinya ?

Mohon solusinya ya bang 🙂

Mari Professor bantu jawab :

Pertama kali kesalahan kamu adalah, saya ini bukan “bang” ,saya ubanan begini dipanggil bang, hehehe… tapi tidak apa-apa saya jadi merasa muda kembali :p

Professor sangat mengerti perasaan kamu, karena prof juga pernah muda dulu hahahaha ! uhuk-uhuk !, *batuk-batuk* oke2  ! *serius* penyebab utama seseorang jadi keras kepala adalah karena tidak berani buka pikiran akan hal-hal baru, sehingga dia hanya tau sesuatu yang dia anggap benar , padahal jika berani belajar lebih dari luar, banyak persepsi yang di anggap benar balum tentu benar, jadi sebelum kamu menasehati dia, pertama coba mengerti mengapa dia bisa keras kepala, pasti ada penyebabnya kan ? Atau kamu coba nasihati diri kamu sendiri apakah kamu sudah buka pikiran kamu ?

Professor akan berikan fakta dalam dunia romansa, yaitu Wanita ingin merubah hidup pria tapi Pria tidak suka wanita mengatur hidupnya, ini fakta siapapun pria didunia mengakui ini, saya dapatkan dari hasil penelitian para pakar romansa dunia.Karena dasarnya pria adalah pemimpin dan pengatur, mari kita telaah di bawah :

Sepertinya kamu wanita ya, oke dalam hubungan apapun butuh yang disebut sebagai fase, sepertinya kamu terlalu menganggap serius setiap permasalahan yang ada. hubungan romansa itu terbagi dari beberapa fase : pertama itu fase bulan madu, kedua itu fase perawatan, yang ketiga itu fase akhir dan yang paling parah adalah fase putus, apa perbedaanya ? fase pertama adalah bulan madu, diamana kamu mengagumi dia dan bersenang-senang dengan dia, saya yakin kamu gak pernah komplain apapun tentang sifat dia, karena kamu hanya menikmati setiap petualangan romansamu bersama dia,ini adalah fase termanis coba inget-inget lagi deh, pertama kali PDKT dan awal-awal pacaan dulu, manis banget kan ? 🙂

Yang kedua adalah perawatan, simplenya sih ini adalah fase dimana kamu bilang : “oh ternyata si dia orangnya begini ya ?” “oh ternyata sifatnya begini toh ?” , ini dimana fase kamu mulai kesel dengan beberapa sikap dia, tapi kamu belum berani mengungkapkanya… nah pengungkapan ini terjadi pada fase ke-3 ini fase kritis dimana kamu mulai tidak fokus lagi dengan bersenang-senang dan bertualang bersamanya, melainkan kamu fokus buat ngatur hidup dia, dan ungkapin semua kekesalan kamu ke-dia karena kamu merasa ini waktu yg tepat, itu karena kamu merasa bosan , sebenarnya bukan bosan tapi kamu yang gak fokus kepada inti sebanranya dalam romansa yaitu berbagi kebahagiaan, ini berlaku pada kedua belah pihak, jika kamu masih tetap kekeuh buat ngatur hidup dia, jangan salahkan kalau kamu bisa melangkah ke fase terburuk yaitu fase putus, professor rasa kamu sudah mengerti fase ini tidak usah dijelaskan lagi 🙂

Lalu gimana solusinya Prof ?

fase-fase diatas berlaku juga dalam dunia pernikahan, bukan hanya dunia pacaran… ketahuilah memang tidak ada pria sempurna diluar sana, pasti ada sifat jeleknya makanya ada pepatah “pacar tebaik adalah pacar orang” ya iya, kamu lihat pacar orang yang baiknya saja, belum lihat sifat jelek sebelumnya 🙂 , jika kamu merasa gak nyaman dan terus kekeuh fokus pada perasaan akan hal yang kamu tidak suka terhadap dia, lebih baik kamu sudahi saja hubungan kamu, karena hanya akan mempersulit dan kamu nggak akan Happy selamanya , cara terbaiknya adalah kembalikan hubungan pada fase Bulan Madu ! dimana kamu gak usah pikrin sifat jeleknya tapi pikrin bersenang-senang terhadapnya, gimana caranya supaya gak pikirin sifat jeleknya ? Baca Artikel professor sebelumnya tentang “Jangan ‘Ingin’ jadi bahagia” kamu akan dapatkan jawaban mengapa tidak bahagia, ini karena parameter kebahagiaan kita terlalu banyak 🙂

Yup professor selalu memberikan jawaban untuk mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengoreksi orang lain , lebih baik kamu pikirkan kenapa kamu bisa berfikiran gak suka sama dia, dibanding menyalahkan dia mengapa bersifat demikian, mungkin dia salah, tapi suatu saat pasti sadar akan kesalahanya kalau kamu terus support dia, ingat Pria suka wanita yang menyupport dia, bukan mengatur hidupnya ,karena mungkin setelah kamu berhasil koreksi dia, akan muncul lagi keGalauan-kegalauan kepala kamu untuk mnyempurnakan dia, bukan berarti Professor tidak mendukungmu, tapi perkataan dia tentang “terima apa adanya” itu lebih baik, karena menerima adalah sesuatu untuk bahagia, seperti sesempurna apapaun seorang ibu, seberapapun sang cacat dan aneh anaknya, sang ibu tetap akan mengakui akan “menerima”  apa adanya, bukankan begitu yang disebut cinta ?

“Dunia Romansa adalah tempat untuk BERBAGI kebahagiaan, bukan untuk MEMINTA apalagi MENUNTUT kebahagiaan”

 

 

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaRahasia Kenikmatan Merokok
ArtikelberikutnyaTrue Story - Ruangan Pendingin
Bimbang, gelisah dalam menghadapi masalah. Yuk bantu si Galau untuk mengatasi masalahnya

1 KOMENTAR

  1. ketika laki laki berkata “terima aku apadanya”, apakah laki2 tersebut jg mampu melakukan hal demikian .. 😀

Comments are closed.