Rahasia Kenikmatan Merokok

 

Hampir setiap hari gw mencium bau asap rokok karena gw memiliki tim yang perokok. Kalau gw pulang kampung dan berkumpul bersama sepupu dan hanya gw sendiri cucu nenek yang cowok dan nggak merokok. Saat gw shalat Idul Fitri, kita harus mendengar ceramah terlebih dahulu baru kita melaksanakan shalat dan saat ceramahlah gw ditawari rokok. Fenomena seperti ini memang sering kita lihat tapi mulai berkurang berbeda dengan jaman dahulu. Bukan karena semakin banyak yang sadar bahaya merokok tapi karena dibuatnya peraturan dilarang merokok di tempat tertentu. Dulu sebelum ada larangan merokok, gw pulang kampung dengan bis AC yang memakan waktu berhari-hari. Waktu kecil gw punya asma dan papa menaruh gw di kolong dengan beralaskan sarung karena kehidupan gw sangat sederhana. Papa marah sekali karena penumpang banyak yang merokok di dalam bis yang tertutup (AC). Walaupun gw masih balita, gw masih ingat betul kejadian ini. Papa marah besar dan mengancam untuk menghancurkan kaca agar asap rokok dapat keluar, tapi apa orang-orang yang merokok berhenti? Tidak, kenikmatan rokok telah membuat dirinya untuk terus merokok dan mempedulikan papa.

Gw suka berpikir-pikir, apa sih yang membuat rokok itu nikmat dari kalangan anak SD hingga kakek-kakek. Hal yang membuat gw semakin aneh, teman-teman gw beranggapan, lebih baik tidak makan seharian dibandingkan tidak merokok. Gw cobalah meniru gaya orang yang suka merokok tapi tanpa rokok karena gw udah janji sama diri gw sendiri untuk tidak merokok. Akhirnya gw menemukan rahasia kenikmatan rokok. Saat gw bergaya merokok, gw merasakan kenikmatan, ketenangan dan yang tadinya otak gw ini rada pusing terasa lebih santai. Oya, gw tegaskan sekali lagi ya, gw lakukan ini tanpa rokok. Biar lebih terbukti, gw samperin ke temen gw yang suka merokok dan menjadikan dia sebagai kelinci percobaan. Gw minta temen gw untuk merokok tanpa rokok seperti apa yang gw lakukan. Dan hasilnya adalah dia merasakan hal yang sama seperti merokok tapi bedanya tidak ada asap yang mengalir di tubuhnya. Kalau teman-teman tidak percaya, silahkan buktikan sendiri.

Investigasi gw tidak berhenti, gw menganalisa apa yang menyebabkan rokok laris padahal untuk merasakan kenikmatan rokok, kita bisa lakukan tanpa rokok bahkan tanpa efek samping sesuai yang disebutkan di dalam bungkus rokok. Agar lebih cepat hilang rasa penasaran yang gw jadikan kelinci percobaan selanjutnya adalah orang yang strezz dan sedang marah-marah. Gw ngeliat orang seperti ini nafasnya tidak teratur dan terburu-buru. Berhubung gw kondisi lagi tenang, gw ngerasa nafas gw ini memiliki pola yang tidak cepat apa lagi kalau kita ambil contoh, orang yang bermeditasi. Biasanya mereka nafasnya sangat pelan sekali. Apa hubungannya dengan rokok? Rokok membantu kita untuk bernafas dengan baik yang pelan atau bisa dibilang, rokok ingetin kita untuk nafas.

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaStrategi : Galau CINTA
ArtikelberikutnyaPacar Keras Kepala
Positif Melihat masalah, Cerdas menanggapi masalah serta Visoner untuk ke depan, Yuk Mari kita ikuti si Cerdas

1 KOMENTAR

  1. poin yang kamu ambil benar-benar cerdas bro! Meskipun gag suka rokok, tapi kamu bisa mengambil sudut pandang yang gag dipikirkan orang-orang, great job!

Comments are closed.