Penyebab Takut Setan

penyebab takut setan

 

Salah satu Film yang paling laku di bioskop berkaitan dengan horror. Walaupun menakutkan tetapi mereka rela menonton hingga habis karena kemasan yang menegangkan, menarik dan bikin penasaran. Berbeda kalau mereka ke tempat horor, biasanya takut untuk masuk dan berpetualang hingga rasa penasaran “hilang”.

Beberapa tahun yang lalu, gw pernah menonton film horor bersama dengan seorang wanita. Film itu menurut teman wanita gw, sangat menakutkan.Salah satu kejadian berada di parkiran. Efek setelah menonton film, biasanya terbawa-bawa dan menjadi bahan humor untuk menakutkan cewek. Tapi hari itu adalah hari yang berbeda dan tak terlupakan menurut gw. Ketika gw bersama temen cewek, setelah menonton film horor midnight tersebut, di parkiran. Mendadak ada cewek yang kesurupan. Dengan rasa penasaran untuk mengetahui penyebab dan ikut membantu dia untuk bisa sembuh, saya langsung menghampirinya. Alhamdulillah, dia berhasil kembali normal, Menurut temannya, saat kaki dia melangkah menuju parkiran, mata melihat tempat markir. Wajah dia langsung ketakutan, keringat dingin. Efek film, bukan karena efek setan parkiran.

Ada anak kecil, yang ketakutan dengan kolong tempat tidur. Dulu dia senang masuk kolong tempat tidur, tapi karena mamanya suka menakuti dengan cerita horor. Anak itu langsung trauma. Di masa SD, kita takut masuk ke WC sendirian akibat mendengar cerita mister gepeng. Hampir rata-rata orang yang takut dengan setan, tidak pernah melihat setan dunia nyata. Mereka hanya melihat di film saja. Level ini berada di keyakinan yang lebih tinggi dibandingkan percaya. Keyakinan itu belum pernah kita lihat tapi kita yakin ada. Seandainya Production House khususnya pembuat film horor sepakat untuk beramai-ramai menciptakan film dengan kondisi di daerah kota, rumah dan setan-setan lebih aktif di siang hari dibandingkan malam hari. Gw yakin, orang-orang akan takut sama setan di siang hari.

 

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaKurikulum Indonesia dan Kurikulum China
ArtikelberikutnyaPemimpin Tidak Harus Pintar
Positif Melihat masalah, Cerdas menanggapi masalah serta Visoner untuk ke depan, Yuk Mari kita ikuti si Cerdas

TIDAK ADA KOMENTAR