Tepukan untuk Nyamuk

Alkisah, terdapat sekolah nyamuk. Sang Guru mengajarkan teknik untuk dapat mengigit Manusia, mengetahui Manusia yang boleh digigit dan yang tak boleh digigit, memberikan rencana matang sehingga memiliki kemungkinan 98% berhasil menggigit manusia dan mengetahui penyebab kematian ketika berperang dengan manusia serta antisipasi. Berhari-hari sang guru menjelaskan dan bercerita kisah nyata nyamuk yang berhasil lolos dan yang mengalami kematian untuk menginspirasi para nyamuk.

Tibalah ujian praktek, hanya nyamuk yang berhasil membawa darah dan kembali selamat yang dapat menerima ijazah. Dengan semangat dan haus darah, Novan dan Ichwan bergegas ke rumah manusia untuk menghisap darah. Beberapa jam kemudian, mereka kembali dengan semangat. “Nguuuuiiiinngg…….”. “Bagaimana rasanya darah manusia, nikmatkah?” tanya Guru Nyamuk. “Aku takut. Bu Guru. Semua manusia mau membunuhku.” Jawab Ichwan. Kemudian Guru Nyamuk bertanya kepada Novan, “Bagaimana denganmu, Novan?”. Dengan rasa senang karena telah kenyang menghisap darah manusia, “Wuoooww… Excited, Guruu. Setiap aku terbang semua orang bertepuk tangan”

Sobaat gapcer, cerita nyamuk menggambarkan kehidupan sehari-hari kita semua. Apapun yang terjadi dalam hidup ini bersifat netral. Sobat boleh mengartikan positif maupun negatif. Kita boleh galau, mengeluh, bersedih dan menangis karena kejadian yang kita alami atau kita bisa memilih bersyukur, belajar, mengambil hikmah, bahagia dan tertawa karena kejadian yang kita alami. Semua ini tergantung dari apa yang sobat pilih. Hidup penuh dengan pilihan.

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaBelanda Masih Menjajah OSIS
ArtikelberikutnyaBahasa GAUL yang bikin GALAU
Professor selalu menganalisa dari sudut pandang galau untuk mencari pemikiran cerdas dan membongkar fenomena yang terjadi di Indonesia. Beliau juga bersedia mendengarkan curhatan untuk sahabat Gapcer

TIDAK ADA KOMENTAR