Kenapa, Mengapa dan Harus Bagaimana?

kenapa mengapa dan harus bagaimana

Apa ini, mengapa rasanya teramat sesak. Seakan udara di dunia ini kini tak lagi dapat kuhirup dengan bebas. Bukankah Ia selalu memberikan yang terbaik untuk kita? Bukankah Ia selalu menyediakan apa yang kita butuhkan? Mengapa rasanya seperti ini? Sesak yang ada, perih yang terasa,seakan menjadi satu isyarat untuk sebuah kata “Kehilangan”. Mungkinkah waktu telah merengut bahagiaku, ataukah Ia memang sengaja membiarkanku terpuruk seperti saat ini. Untuk apa Ia sajikan Kebahagiaan jika pada akhirnya aku harus merasakan sesak dan penat yang teramat sakit seperti saat ini? Bukankah Ia pemilik semua hati? Lantas mengapa tak dapat Ia lakukan satu hal pun untuk membuatku bahagia? Dimanakah kebenaran yang selalu mereka katakan bahwa Ia teramat peduli atas hidupku? Dimana…??

========================================================================
Terkadang, rasa sakit adalah salah satu cara Tuhan untuk menunjukan kepada kita. Bahwa tidak ada Kasih yang Sempurna dan Abadi selain Kasih-Nya. Sesak dan perih yang kini kau alami, jangan menjadikanmu sebagai seorang pribadi yang menyangkal Kasih-Nya. Berfikirlah, bahwa itu adalah cara Tuhan mengajarkanmu agar kelak kamu akan bersikap lebih baik lagi sehingga tidak ada orang yang tersakiti karna sikapmu. Bukankah kamu sendiri sudah lebih dulu merasakan bagaimana rasa perih dan sesak itu menyelinap lalu memenuhi hatimu? Sakit luar biasa bukan? Itulah cara Tuhan mengajarmu untuk bersikap baik kepada orang lain. Tentang hati mereka, Tuhan memang memiliki wewenang untuk melakukan apapun. Tapi ingatkah kamu, bahwa apa yang Ia lakukan hanyalah semata-mata demi kebaikanmu. Jika Ia tau masa depan apa yang akan kamu alami bersamanya, untuk apa Ia masih membiarkanmu terperangkap lebih dalam lagi pada sebuah perasaan yang kelak akan membuatmu semakin tersiksa dan sedih? Bukankah lebih baik jika Ia pisahkan dengan cara-Nya saat ini agar kamu bahagia dikemudian hari? Janganlah berfikir egois terhadap Tuhan mu. Apa yang Ia lakukan adalah demi kebahagiaanmu. Tak sekalipun Ia rancang keburukan untuk masa depanmu. Tak sekalipun juga Ia akan membiarkanmu terjatuh dan terseret atas perasaan yang menyakitimu. Kamu adalah ciptaan yang berharga dimata-Nya. Sebuah Karya yang Istimewa. Jadi, tak ada seorangpun yang akan menghancurkan sebuah karya istimewanya, begitupun Tuhan mu menjagamu dari hal-hal yang dapat membuatmu menderita. Ketahuilah bahwa apa yang kini kau alami, itu adalah bagian dari sebuah proses untuk Kebahagiaan masa depanmu. Ia ingin kamu belajar tegar dari rasa sakit yang kini kau rasakan. Ia ingin kamu belajar kuat dari setiap masalah yang sudah lebih dulu Ia izinkan hadir. Ia ingin kamu belajar Ikhlas dari setiap harapan yang terbuang sia-sia. Ingatlah, tidak ada satu hal pun yang dapat terjadi di muka bumi ini tanpa seizin-Nya. Karna apa yang kini Ia lakukan untukmu, adalah bagian dari Kebahagiaanmu nanti..
Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaMalam, Aku pun Cemburu
ArtikelberikutnyaBintang Itu Kau Beri Nama Cinta
Professor selalu menganalisa dari sudut pandang galau untuk mencari pemikiran cerdas dan membongkar fenomena yang terjadi di Indonesia. Beliau juga bersedia mendengarkan curhatan untuk sahabat Gapcer

TIDAK ADA KOMENTAR