
Apa ini, mengapa rasanya teramat sesak. Seakan udara di dunia ini kini tak lagi dapat kuhirup dengan bebas. Bukankah Ia selalu memberikan yang terbaik untuk kita? Bukankah Ia selalu menyediakan apa yang kita butuhkan? Mengapa rasanya seperti ini? Sesak yang ada, perih yang terasa,seakan menjadi satu isyarat untuk sebuah kata “Kehilangan”. Mungkinkah waktu telah merengut bahagiaku, ataukah Ia memang sengaja membiarkanku terpuruk seperti saat ini. Untuk apa Ia sajikan Kebahagiaan jika pada akhirnya aku harus merasakan sesak dan penat yang teramat sakit seperti saat ini? Bukankah Ia pemilik semua hati? Lantas mengapa tak dapat Ia lakukan satu hal pun untuk membuatku bahagia? Dimanakah kebenaran yang selalu mereka katakan bahwa Ia teramat peduli atas hidupku? Dimana…??