Home Galau Tentang Jingga

Tentang Jingga

0
Tentang Jingga

jingga

Ketika aktivitas mulai menyita semua waktu dan pikiran yang kumiliki, ada sesuatu yang tersisa disana. Satu ruang kecil yang berisikan sebuah cerita. Tentang Hati. Tentang Penantian. Tentang Rindu. Juga tentang sebuah Harapan. Dimana mereka hanya dapat terdiam, menunggu hingga saatnya tiba yang entah kapan terjadi.

Teringat satu nama yang kusebut dalam sebuah cerita yang kuutarakan kepada Tuhanku. Ia bukanlah sosok laki-laki yang sempurna. Ia manusia yang juga dapat melakukan kesalahan. Nama itu adalah nama yang selalu kutulis dalam lembaran jingga ditiap senjaku. Ia yang juga mengajariku banyak hal tentang hidup dan ketulusan. Sekali lagi, ia bukanlah malaikat. Ia hanya manusia biasa.

Puluhan senja kulalui dengan memandang lembaran jingga yang kulukis dalam satu ingatan. Cerita tentang masa depan, tentang kisah yang belum sempat dimulai, atau hanya sekedar kisah tentang indahnya menghabiskan senja dengan ditemani dua cangkir kopi dan pembicaraan ringan yang kemudian dapat membuat kita saling tertawa.

Bahagia memanglah sederhana. Sesederhana setiap kata yang hadir untuk bisa membuatmu tersenyum. Sangat sederhana, sehingga seringkali kita lupa untuk mensyukurinya.

Jika bahagia itu sederhana, begitupun dengan kecewa. Kekecewaan terkadang datang dari satu hal sederhana. Yang tersimpan. Yang tak diungkapkan. Juga yang tak pernah memiliki awal untuk mengakhiri.

Namun sayangnya, WAKTU bukanlah satu hal sederhana yang dapat dipermainkan begitu saja. Ia berharga. Karna ia, kenangan ada. Karna ia, bahagia tercipta. Dan karna ia, kecewa dapat dirasakan.

Hargailah waktu yang kini ada untukmu. Karna seseorang dapat saja pergi kapanpun ia mau. Dan Hati adalah ruang sakral yang tak dapat disinggahi begitu saja oleh banyak orang. Jadi mengertilah..

Tentang Cinta ini. Tentang Kisah ini. Tentang Kesabaran dan sebuah Penantian akan satu Harapan yang entah kapan akan terwujud. Biarlah hanya Tuhanku yang tahu. Apa saja yang telah kubicarakan dengan-Nya. Siapa saja yang kusebut namanya dalam setiap doaku. Dan kapan waktu yang kuharapkan hadir untuk membayar lunas semua ini dengan Kebahagiaan.

Yang aku tahu, Tuhanku akan selalu memberikan yang terbaik bagiku. Walau Ia harus mengambil sedikit bagian dari Kebahagiaanku saat ini, aku yakin Ia sanggup membayar Lunas semua itu dengan Kebahagiaan yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.

Silahkan pergi, namun jangan pernah berharap untuk dicari. Karna Waktu telah menetapkan satu langkah dalam hidupmu. Baik dan buruknya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan. Dan akan menjadi sempurna jika dapat kita syukuri dengan hati yang tulus.