Andai Saja, Tanah Itu Bernama Impian

trading_land_for_peace_king_quee_240265

Hening ini menuntunku berjalan melewati malam. Detik demi detiknya seakan memacuku untuk terus melangkah. Menapaki tanah basah yang bernama kenangan. Tanah yang sama sekali tak pernah lagi ingin kulalui. Semakin aku melawan, semakin kuat pula ia menyeretku untuk terus melewatinya. Menginjaknya dan meninggalkan bekas diantaranya.

Aku tak pernah ingin melihatnya lagi. Dalam remangan sinar bulan, diantara suara nyanyian angin malam, aku terpaku dalam detik yang tak pernah mau menunggu. Apa yang harus aku perbuat? Suara nyanyian angin itu seakan menjelma menjadi satu melodi dalam sentuhan tuts piano yang kau mainkan. Apalagi ini namanya.. jika angin pun ikut bermain bersama tarian jemarimu diantara tuts-tuts yang menyulapnya menjadi nyanyian hati.

Semakin lama aku tertegun, selama itu pula langit membanjiriku dengan air matanya. Dingin yang menyentuh halus setiap kulitku, nyanyian angin diantara isak air mata langit, semua menjadikan sempurna jejak kakiku di tanah basah yang bernama kenangan itu.

Andai ia tau, aku hendak melangkah diantara tanah itu. Andai ia mengerti, betapa berat langkah kaki untuk melaluinya. Andai ia dapat pahami, tak semudah dulu aku dapat menemaninya.

Andai saja… Takdir dapat merubah tanah itu menjadi Impian, mungkin aku masih akan tetap disini. Ditempatku berdiri kini. Diantara nyanyian angin yang menjadi melodi indah dalam lagu kehidupanku. Ya.. disini.. Bersamamu, mungkin!

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaTak Semudah Itu
ArtikelberikutnyaAndai Cinta Diizinkan Bicara
Bimbang, gelisah dalam menghadapi masalah. Yuk bantu si Galau untuk mengatasi masalahnya

TIDAK ADA KOMENTAR