Semut yang berkeliling dunia

Gw punya tas yang paling gw suka dan selalu dibawa kemana-mana. Suatu hari, gw pergi menuju kampung yaitu di bukittinggi, Sumatra Barat. Semut mungil masuk ke dalam tas karena gw membawa makanan yang penuh dengan manis-manisan yaitu Roti Unyil khas bogor. Sesampai di bandara minangkabau, gw langsung tancap gas menuju bukittinggi. Roti Unyil yang gw bawa langsung gw berikan sama nenek untuk oleh-oleh. Semut langsung keluar karena merasa kegerahan selama 6 jam berada di dalam tas. Sang semut langsung berjalan dan mencari semut yang lain. Ketika dia bertemu dengan semut lain, semut lain bertanya. “Lw orang mana? Kok gw nggak pernah liat ya?” Diapun menjawab, “Gw dari Jakarta, Ibu kota Indonesia”. Semut lain merasa bingung dan tidak percaya, karena dia sendiri berjalan menuju danau maninjau bisa mengalami kematian. Gimana kalau dari Jakarta menuju Bukittinggi?

Sahabat gapcer, lingkungan dan pergaulan sangat menentukan kesuksesan kita. Kalau kita seperti semut, janganlah bergaul dengan semut tetapi bergaulah dengan singa. Karena jika kita bergaul dengan orang yang kehidupannya hampir sama dengan kita sama saja kehidupan kita tidak mengalami perubahan, demikian juga ketika kita bergaul dengan orang yang gagal, kita juga ikut gagal. Gimana dengan pergaulan sahabat gapcer sekarang? Apakah membuat sahabat gapcer mengalami perubahan yang besar? atau menjatuhkan sahabat gapcer ke hal yang negatif? 

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaSampah yang tak tercium lagi baunya
ArtikelberikutnyaPilih pupuk atau kotoran anjing
Positif Melihat masalah, Cerdas menanggapi masalah serta Visoner untuk ke depan, Yuk Mari kita ikuti si Cerdas

TIDAK ADA KOMENTAR