Belajar dari Nyamuk

Gw baru aja nungguin kawan gw di teras rumahnya karena dia dipanggil sama orang tua. Cukup lama karena malam-malam dan di depan ada kebon jadi ditemenin sama nyamuk. Masih bersyukurlah dibandingkan gw ditemenin sama setan.  Karena gw takut kena kena demam berdarah, malaria atau bentol-bentol, gw tepokin nyamuk sambil olahraga serta melatih konsentrasi dan kecepatan.

Kalau gw udah berusaha untuk membunuh nyamuk tapi gw tetap kena gigitan, siapa yang gw salahin? Apa gw mengatakan, “Sialan lw nyamuk, gatel nih”. Nyamuk kan udah diciptakan untuk menghisap diri kita? Siapa yang menciptakan nyamuk? Sudah pasti Tuhan yang menciptakan kita. Terus kita menyalahkan Tuhan? Nyamuk ini bagaikan masalah dalam kehidupan sehari-sehari. Mari kita berpikir, kenapa nyamuk bisa datang? Karena tempat kita kotor dan berantakan sehingga nyamuk nyaman dengan tempat kita. Jika kita sudah bersihkan dan merapihkan barang, nyamuk akan pergi dari tempat kita karena sudah tidak nyaman.

Kisah tentang nyamuk ini menyerupai kehidupan kita sehari-hari. Saat masalah datang, kita tak boleh menyalahkan orang yang berada di masalah tersebut atau bahkan kita menyalahkan Tuhan yang kita anggap tidak adil. Sebaiknya kita intropeksi, apa yang membuat masalah itu datang kepada kita? Lalu apa solusi dari masalah ini? Bila teman-teman bingung untuk menemukan solusi, silahkan bertanya kepada Prof Gapcer.

Ingin konsultasi dengan Habibi Rizqi Ramadhan? Yuk add pin BBM 270B4197 atau dapat janji konsultasi gratis dengan menghubungi 085780890596
BAGIKAN
Artikel sebelumyaCinta dengan Ibu Guru
ArtikelberikutnyaHidup itu harus galau
Positif Melihat masalah, Cerdas menanggapi masalah serta Visoner untuk ke depan, Yuk Mari kita ikuti si Cerdas

TIDAK ADA KOMENTAR